Selasa, 26 Desember 2017

Tugas 1


Tugas 1

Pendahuluan Etika sebagai Tinjauan

Pengertian Etika

Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Prinsip-Prinsip Etika
Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi sebagai perwujudan tanggungjawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja, dan masyarakat umum. Dalam upaya memasarkan dan mempromosikan diri dan pekerjaan, akuntan professional sangat tidak dianjurkan mencemarkan nama baik profesi. Akuntan wajib mempunyai sikap jujur dan dapat dipercaya.
Tanggung Jawab Profesi

Seorang akuntan dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional, harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional terhadap semua kegiatan yang dilaksanakannya. Anggota memiliki tanggung jawab kepada pemakai jasa mereka dan tanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota demi mengembangkan profesi akuntansi serta memelihara kepercayaan masyarakat. Semua usaha tersebut diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
Standar Teknis

Setiap kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan berkewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa, selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.
Kepentingan Publik

Anggota akuntan profesional berkewajiban untuk bertindak dalam rangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik serta menunjukkan sikap profesionalisme. Salah satu ciri dari profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan juga memegang peranan penting di masyarakat. Arti publik dari profesi akuntan meliputi klien, pemerintah, pemberi kredit, pegawai. Investor, dunia bisnis dan pihak-pihak yang bergantung kepada integritas dan objektivitas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis dengan tertib.
Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
Kerahasiaan

Prinsip kerahasiaan mengharuskan setiap akuntan untuk tidak melakukan hal berikut ini.
a. mengungkapkan informasi rahasia yang diperolehnya dari hubungan profesional dan hubungan bisnis pada pihak di luar kantor akuntan atau organisasi tempat akuntan bekerja tanpa diberikan kewenangan yang memadai dan spesifik, terkecuali jika mempunyai hak dan kewajiban secara hukum atau profesional untuk mengungkapkan kerahasiaan tersebut.
b. Menggunakan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi atau pihak ketiga. Informasi yang diperoleh baik melalui hubungan profesional maupun hubungan bisnis.

Objektivitas


Setiap anggota harus menjaga objektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka, serta bebas dari benturan kepentingan atau di bawah pengaruh pihak lain.
Kompetensi & Kehati-hatian Profesional
Prinsip kompetensi dan kehati-hatian professional mengharuskan setiap anggota akuntan untuk:
a. Memelihara pengetahuan dan keahlian profesional yang dibutuhkan untuk menjamin pemberi kerja (klien menerima layanan yang profesional dan kompeten.
b. Bertindak tekun dan cermat sesuai teknis dan profssional yang berlaku ketika memberikan jasa profesional.

Etika profesi akuntansi sangat perlu diperhatikan oleh setiap akuntan untuk menghindari  hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan memahami etika profesi dengan baik, maka akuntan seharusnya dapat bekerja dengan maksimal, salah satunya dengan membuat laporan keuangan yang terperinci.

 Basis Teori Etika
Menurut Sukrisno (2009) ada banyak teori etika yang berkembang, sehingga harus dibuat pembedaannya secara garis besar. Sukrisno membedakan teori etika sebagai berikut:
1.    Teori Egoisme
2.    Teori Utilitarianisme
3.    Teori Dentologi (Teori Kewajiban)
4.    Teori Hak
5.    Teori Keutamaan
6.    Teori etika teonom

Egoism


 d.      Egoism
Teori egoism ini menjelaskan bahwa tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri (self –interest). Hal ini bertentangan dengan teori altruism, yaitu tindakan yang peduli pada orang lain atau lebih mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri.
e.       Utilitariatisme
Teori ini memandang bahwa suatu tindakan dikatakan baik jika memberi manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Jadi ukuran baik buruknya tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, dan tujuan dari tindakan tersebut, apakah memberikan manfaat atau tidak.
f.       Deontologi
Dipelopori oleh Emmanuel Kant (1724 – 1804),kewajiban moral harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh tujuan kebahagiaan, bukan juga karena perintah agama. Moralitas adalah otonom dan harus berpusat pada pengertian manusia berdasarkan akal sehat yang dimiliki manusia itu sendiri.
g.      Virtue Etics


Maksud dari teori keutamaan ini dalah setiap manusia harus tahu dan dapat memposisikan perilakunya atau wataknya ehingga individu tersebut dapat berperilaku atau bertingkah laku dengan baik secara moral.  

Kesimpualan : inti dari materi ini yaitu etika sangat penting dalam akuntansi agar dapat melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan akuntansi dan etika tersebut pun dapat menjadi  tata tertib serta aturan yang berlaku dalam diri individual masing masing yang terlibat dalam aktivitas akuntansi



https://shuumalik.wordpress.com/2013/01/28/pengertian-etika-profesi-akuntansi/
https://www.jurnal.id/id/blog/2017/8-prinsip-dasar-etika-profesi-akuntansi
https://fr30.wordpress.com/2015/10/23/teori-etika-dan-profesi/

Jumat, 21 April 2017

Conversation Simple Past tense and Present Tense


CONVERSATION SIMPLE PAST TENSE

Regitha            : What did you do last night?
Putri                 :  I did my homework.
Regitha            :  It was difficult. I did not do my homework.
Putri                 :  My Sister helped me to do it.
Regitha            :  By the way, did you watch Baby boss movie two days ago?
Putri                :  No, i did not. I played basketball with my cousin in the field.
Regitha            :  Oh... unconditionally the movies is very funnies.
Putri                :  Oh my god! I’m very dissapointed didn’t watch the movies
Regitha            :  Its okay no problem, you can watched the movie by streaming on the                 internet.
Putri                :  Thank you for your information Git !
Regitha            :  Ur welcome, okay I’ll go now, bye.
Putri                :  Bye. See you later.




CONVERSATION PRESENT TENSE

Gea                  : Good Morning guys !
Regitha, Putri  : Good Morning too Gea
Putri                :  Guys, Do you want to accompany go to the canteen?
Regitha            :  Yes, I’m so hungry.
Gea                  : I want to eat Chicken noodle, what do you wanna eat Putri?
Putri                :  I’ll buy meatball and orange juice
Regitha            : Ok, let’s go to the canteen.
Putri                : So guys, What we will do today?
Gea                  : I want go to the Casablanca Mall.
Regitha            : I agree, I want to window shopping.
Putri                : Yes, me too. I want to buy some clothes.
Gea                  : Yes, After that, do you want to play time zone guys?
Putri                :  Aha... Good idea!
Regitha            : Oke, let’s order the grab car!.

Kamis, 23 Maret 2017

“Simple Past Tense And Present Perfect Tense”



Pengertian  Simple Past Tense

Simple Past Tense adalah tense yang berfungsi untuk menunjukkan pekerjaan yang terjadi pada masa lampau tanpa ingin menekankan bahwa pekerjaann tersebut telah ( Perfect) atau sedang ( Continous ) dikerjakan. Pemahaman tense ini hampir sama dengan Simple Present Tense, hanya waktunya saja yang berbeda.

Rumus dan Bentuk  Simple Past Tense


1.      (+) Positif  :
- Subject + was/were+complemet
- Subject + Verb II +Object

            Contoh    :

- I saw a movie yesterday
-Last year,Daniel was here
-She killed a snake yesterday

     2.     (-) Negatif  :

                        - Subject + to be (was/were) + not + complement
                        - Subject + did not + Verb I + Object

            Contoh      :

-          I did not see him yesterday
-          She was not here yesterday
-          We didn’t have any money

3 (?) Interrogative :

-          Did + Subject + Verb I + Object + ?

            Contoh   :

-          Did you play football yesterday ?
-          Did you have a bicycle when you were young ?
-          Did he come to your party last week ?


SIMPLE PAST TENSE OF TO BE ,TO HAVE,TO DO

Subject
Verb



Be
Have
Do
I
Was
Had
Did
You
Were
Had
Did
He/She/it
Was
Had
Did
We
Were
Had
Did
You
Were
Had
Did
They
Were
Had
Did

Simpel Past Tense menggunakan keterangan waktu yang menunjukkan masa lampau, seperti yesterday ( Kemarin ), last week ( Minggu lalu ), last night ( Kemarin Malam ), One Year Ago ( Setahun yang lalu ), The day before ( Sehari Sebelum ), dan Once Upon a time ( Pada Suatu Waktu )

Fungsi  Simple Past Tense
  • Simple past tense untuk membicarakan aksi yang terjadi pada satu waktu tertentu di masa lalu
  • Simple past tense untuk membicarakan kebiasaan yang sering dilakukan pada masa lampau. Subordinate conjunction “when” biasanya digunakan pada situasi ini.
  • Untuk menunjukkan dua kejadian di masa lalu, slah satu aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi lain yang berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung.
  • Untuk menunjukkan dua kejadian di masa lalu, slah satu aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi lain yang berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung.
  • Simple past tense digunakan pada salah satu clausa dalam conditional sentence type 2
  • Untuk menunjukkan bahwa suatu aksi (simple past tense) terjadi sesudah aksi yang lain selesai di masa lalu (past perfect tense).


Pengertian Present Perfect Tense

Present Perfect Tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan suatu aksi atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan masih berlanjut sampai sekarang atau telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu namun efeknya masih berlanjut.


Rumus Present Perfect Tense


Sentences
Form
Example
Positive
(+)
S + aux.verb(Have/Has)+V-3/past participle
I have read the book
He has left
Negative
(-)
S + aux. verb(have/has) + not + V-3/past participle
I have not read the book
He hasn’t left
Interogative
(?)
aux. verb(have/has) + S + V-3/past participle
Have I read the book
Has he left

Contoh  Present Perfect Tense

Positive sentence

- We have written a letter to you.
- She has taught this class for ten years.

Negative Sentence

- We have not (haven't) written a letter to you.
- She has not (hasn't) taught this class for ten years.

Interogative sentence

- Have we  written a letter to you?
- Has she taught this class for ten years?

Fungsi  Present Perfect Tense

Ø Present Perfect Tense untuk mengungkapkan kejadian di masa lalu tanpa peduli kapan tepatnya terjadi, Contohnya : I’ve read this book
Ø Present Perfect Tense untuk menunjukan bahwa suatu aksi terjadi berulang kali dimasa lampau, Contohnya : She has called you four times
Ø Present Perfect Tense untuk mengungkapkan aktivitas atau situasi yang dimulai pada masa lampau kemudian dilanjutkan samapi sekarang, Contohnys : I have lived in Citayam for Five Months.
Ø Present Perfect Tense untuk membicarakan event yang baru saja terjadi, Contohnya : I’ve just sent you an email


Sumber :



TUGAS BAHASA INGGRIS 2

Nama Kelompok : 
                         Gea Meilinda Dwi Putri ( 24214473 )
                         Putri Indah Cahyani      ( 28214602 )
                         Regitha Zavira              ( 29214007 )

Minggu, 27 Maret 2016

Tugas 1

Demo Tolak Taksi "Online", Potret Gejolak Era Ekonomi Digital



Andri Donnal Putera Sopir taksi yang beredar di dekat tol Bandara Soekarno-Hatta arah Jakarta memasang spanduk tanda protes terhadap keberadaan Uber dan Grab yang dianggap mengurangi pendapatan sopir taksi plat kuning, Senin (14/3/2016) pagi.

Inilah potret dari berkah dividen digital yang tertunda. Perkembangan teknologi telah memberi berkah digital untuk ekonomi baru yang lebih efisien, bisa dijangkau untuk semua, dan inovatif. Tapi, semuanya itu belum bisa kita nikmati sepenuhnya.

Saat ini, upaya meraih dividen digital di Indonesia sedang bertarung dengan ketidakpastian, ketiadaan kontrol, aturan permainan yang belum adil, dan ancaman “main blokir” aplikasi.

Juga, dukungan pemerintah yang kurang terhadap transformasi ke dunia digital, serta kemampuan mengadopsi teknologi bagi dunia usaha konvensional.

Untuk kesekian kalinya, para sopir taksi protes atas keberadaan taksi-taksi yang beroperasi dengan menggunakan aplikasi atau biasa disebut sebagai taksi online. Kali ini, unjuk rasa dilakukan ribuan sopir taksi di Jakarta, Senin (14/3/2016).

Inilah pertikaian yang dihasilkan dari berkah digital yang seharusnya disambut gegap gempita. Perselisihan ini sebenarnya bukan hal yang baru.

Akhir 2015 lalu, protes serupa juga didengungkan sopir taksi  dan ojek pangkalan dari beberapa kota besar di Indonesia. Mereka memprotes praktik angkutan berbasis aplikasi seperti taksi online dan ojek online.

Pada Kamis (17/12/2015) tahun lalu, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah mengeluarkan larangan taksi dan ojek online beroperasi. Larangan ini pada akhirnya tak bisa dieksekusi dengan alasan layanan online seperti itu masih dibutuhkan masyarakat.

Kemarin, Senin (15/3/2016), Kementerian Perhubungan mengulangi hal senada dengan mengusulkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika agar memblokir aplikasi taksi online.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menekankan bahwa regulasi angkutan transportasi berbasis aplikasi, seperti Uber dan GrabCar, sepenuhnya ada di tangan Kementerian Perhubungan.

"Dari sisi Menkominfo, tidak relevan dengan regulasi, lebih banyak regulasi transportasi dan regulatornya Kemenhub. Ada juga dishub daerah," kata Rudiantara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/3/2016) sore.

Apa yang disampaikan Rudiantara memang beralasan. Inilah titik lemah peran dan fungsi regulator di saat tak ada regulasi yang mengatur ekonomi baru ini. Institusi yang mengatur menjadi limbung karena memang perangkat aturannya belum ada.

Lambatnya respons pemerintah dalam menyediakan regulasi yang jelas dan adil untuk semua pihak, membuat persoalan ini berlarut-larut.

Para sopir masih mengusung tuntutan lama yaitu menuntut pemerintah agar menutup bisnis mobil berbasis aplikasi, khususnya GrabCar dan Uber.

Sebaliknya, penyedia aplikasi transportasi online seperti GrabCar, bersikeras bahwa mereka bukanlah perusahaan transportasi, melainkan perusahaan penyedia aplikasi.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta berulang kali telah memanggil Uber Asia Limited (Uber Taksi) dan PT Solusi Transportasi Indonesia (GrabCar).

Dalam pertemuan itu, kata Basuki, Pemprov DKI Jakarta selalu menegaskan bahwa usaha angkutan umum harus menaati aturan.

"Kami sudah sampaikan, kalau Anda mau usaha di sini, di sini tuh ada aturan. Kami tidak menentang program aplikasi, tetapi minimal mobil-mobil Anda mesti didaftarkan," kata Basuki.

Basuki pun mengancam, "Makanya, gimana coba tangkapnya? Harusnya kita mulai jebak. Ke depan, kami akan mulai jebak mereka (Uber). Kami kandangin."


Tanggapan         :

Menurut saya dengan adanya Perkembangan Teknologi yang menciptakan taksi berbasis aplikasi, yaitu uber car atau grab car. Sedikit mengurangi beban masyarakat dari segi ekonomi yaitu, masyarakat dapat membayar tarif lebih murah dibandingkan membayar tarif taxi konvensial yang kurang dapat dinikmati oleh kalangan menengah kebawah. Perkembangan teknologi jg  telah memberi berkah digital untuk ekonomi baru yang lebih efisien, bisa dijangkau untuk semua, dan inovatif. Tapi, belum  semuanya itu dapat kita nikmati, dan dapat diterima oleh kalangan  masyarakat yang  belum sepenuhnya mengerti tentang kemajuan teknologi . Dan tugas Untuk pemerintah agar tidak terjadi  demo rusuh antara taksi berbasis aplikasi dan taksi konvensional. Pemerintah harus menindak tegas lewat membuat peraturan perundang-undang yang mengatur tentang usaha transportasi. contohnya  dengan mendaftarkan mobil yg akan digunakan sebagai alat transportasi, harus mempunyai sim dan stnk. Serta yang lebih jelas lagi usaha tersebut sudah di legalkan.  Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari , jika kita tertinggal kita akan tergilas atau tertinggal dibelakang. jika terjadi demo lagi atas pendapatan yg kurang memuaskan antara taksi konvensional dan taksi  berbasis aplikasi. Percayalah Tuhan sudah mengatur segala rezeki anda.





Sumber  : http://nasional.kompas.com/read/2016/03/15/08215211/Demo.Tolak.Taksi.Online.Potret.Gejolak.Era.Ekonomi.Digital